Jangan Takut Beramar Ma'ruf, Nahi Mungkar-
Menegakan kebaikan dan mencegah kemungkaran merupakan
perkara yang diperintahkan oleh agama dan dihukumi fardhu. Dalam banyak teks
hadits maupun ayat Al-Qur'an telah banyak menyinggung perkara ini, salahsatunya
adalah QS. Ali Imran :104
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kalian, segolongan umat yang menyeru kebaikan, memerintahkan
kepada yang ma’ruf, serta mencegah dari yang munkar. (Jika ada yang berbuat
demikian) mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran :
104)
Akan tetapi memerintah kepada yang ma'ruf dan mencegah terhadap kemungkuran
bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan. Iya, itu memang benar. Karena
sering kali hal tersebut berbenturan dengan keadaan diri yang merasa belum
pantas untuk beramar ma'ruf nahyil munkar.
Padahal hal tersebut merupakan
bisikan syetan yang harus kita lawan. Syetan selalu membisikan kepada anak Adam
dengan berbagai cara agar ia tidak bisa beramar ma’ruf; diantaranya dengan
membisikan ke hati anak Adam rasa takut akan beramar ma'ruf, merasa diri belum
pantas dan sebagainya. Jauhkan semua rasa itu dalam diri !
lakukanlah kedua hal ini sesuai dengan kondisi kita masing masing, andai semua
pelaku amar ma'ruf itu adalah orang sholeh, niscaya tidak akan ada seorang pun
yang akan melakukannya. Karena di dunia tidak ada yang ma'sum (bebas dari
dosa). Semua orang punya kesalahan, dan cara terbaik untuk menebus kesalahan
itu adalah dengan berbuat kebaikan, salah satunya dengan beramar ma'ruf.
Kemudian setelah kita bisa menghilangkan rasa belum pantas beramar ma'ruf itu
dalam hati kita. Syetan pasti akan membisikan hal lain, yaitu perasaan akan
dibenci orang lain, dicemooh atau pun sebagainya. Sekali lagi, hilangkan rasa
itu dalam diri ! Karena penegak amar ma'ruf pasti akan dibenci; dibenci
oleh mereka yang selalu memperturuti hawa nafsunya. Tapi kita jangan putus asa.
Syetan yang jelas-jelas dimurkai Allah saja tidak pernah berputus asa dalam menggoda manusia, apa lagi kita yang mengajak manusia menuju ketaatan kepadaNya.
Ada sebuah kata-kata indah untuk memotivasi agar jangan pernah takut untuk beramar ma'ruf.
ما الفرق بين الصالح والمصلح ؟
Apa perbedaan orang baik (sholih) dengan penyeru kebaikan
(mushlih) ?
الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره
Orang Baik (sholih) melakukan kebaikan untuk dirinya sendiri.
Sedangkan penyeru kebaikan mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan juga kepada
orang lain.
الصالح تحبُه الناس والمصلح تعاديه الناس
Orang Baik dicintai manusia, penyeru kebaikan dimusuhi
manusia.
لماذا ؟
Kenapa bisa ?
الحبيب المصطفى (صلى الله عليه وسلم) قبل البعثة أحبه قومه لأنه صالح
(Karena) Kasih terpilih (Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi
wasalam) sebelum diutus (menjadi nabi dan rasul) beliau dicintai oleh
kaumnya karena beliau adalah sholeh (orang baik).
ولكن لما بعثه الله تعالى صار مصلحًا فعادوه وقالوا ساحر كذاب مجنون
Akan tetapi ketika Allah ta'ala mengutusnya menjadi penyeru
kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya; Tukang sihir,
Pendusta, orang gila.
ما السبب ؟
Apa sebabnya ?
لأن المصلح يصطدم بصخرة أهواء من يريد أن يصلح من فسادهم
Karena penyeru kebaikan 'menyikat' batu hawa nafsu dari
berbagai keinginan (nafsu) dan memperbaikinya dari berbagai macam kerusakan.
ولذا أوصى لقمان ابنه بالصبر حين حثه على الإصلاح لأنه سيقابل بالعداوة
Itulah kenapa Luqman menasihati putranya agar BERSABAR
tatkala melakukan perbaikan (akhlaq manusia), karena dia pasti akan menghadapi
permusuhan.
"يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانهَ عن المنكر واصبر على ما أصابك"
"Wahai anakku tegakkan sholat, perintahkan kebaikan,
cegahlah kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yang menimpamu."
قال أهل الفضل والعلم : مصلحٌ واحدٌ أحب إلى الله من آلاف الصالحين
Seorang ahli ilmu pernah berkata: "Satu penyeru
kebaikan lebih dicintai Allah daripada ribuan orang baik."
لأن المصلح يحمي الله به أمة ، والصالح يكتفي بحماية نفسه
Karena melalui penyeru kebaikan-lah Allah jaga umat
ini. Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri.
فقد قال الله عزَّ و جلَّ في محكم التنزيل
Allah Azza wa Jalla berfirman:
"وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُون"
"Allah tidak akan membinasakan suatu negeri dengan
zhalim sementara penduduknya adalah para penyeru kebaikan" (QS. Hud : 117)
ولم يقل: صالحون ، ولكن مصلحون
(Pada ayat di atas) Allah tidak berkata; " صالحون (orang-orang baik), akan tetapi Allah berkata مصلحون (para
penyeru kebaikan)
كونوا مصلحين ولا تكتفوا بأن تكونوا صالحين ولا تخافوا لأمر معروف
Maka jadilah PENYERU KEBAIKAN, jangan merasa puas hanya
menjadi ORANG BAIK. DAN JANGAN TAKUT UNTUK MENYERUKAN KEBAIKAN.
Terima Kasih, semoga bermanfaat !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar