,THE POWER OF YOUTH AND WOMEN,
Oleh: H. M. Zainul Fahmi
Berfikir tentang masa depan adalah sebuah keniscayaan karena setiap individu pasti ingin masa depannya cerah dan bahagia, dalam memikirkan hal ini ada beberapa cara fikir seperti ada yang berfikir secara individual da nada secara Universal, nah saat ini anda sedang berhadapan dengan pemikiran yang Universal. Kenapa saya lebih cenderung berfikir secara Universal karena kebahagian yang kita raih bersama sama akan lebih membuat kita lebih bahagia, dari pada secara individual, gambarannya seperti ini:
Bila ada satu orang di antara kita meraih sebuah kesuksesan tentu kita semua bahagia saat melihat dan mendengarnya, tetapi saat kita berfikir tentang diri kita saya yakin ada keresahan, akan muncul sebuah pertanyaan “ kalau saya bagai mana…?” dia memang sudah OK tapi saya bagaimana…? Nah akan beda bila kita bahagia secara Universal, kita akan merasakan dan menikmati kebahagiaan bersama walaupun bentuk variasi kebagaiaan itu beragam, contohnya kita semua memiliki satu Fower yang dapat mengakomodasi kebahagian bersama, dari satu fower ini kita akan meraih mimpi yang berbeda, ada yang meraihnya melalui pengusaha, ada yang meraihnya melalui dakwah, ada yang meraihnya melalui pendidikan, pertanian, pariwisata dan lain lain.
Yang belum kita miliki di Desa Montong ajan ini adalah Fower itu, coba kita perhatikan SDM Montong Ajan sangat luar biasa, satu sisi saya ambil Pemudanya. Betapa besar Kekuatan Pemuda dan Pemudi di Montong Ajan ini, bahkan bila kita adakan kontestasi antara Pemuda, Pemudi dengan orang-orang tua jelas Pemuda dan Pemudilah akan akan keluar sebagai Juaranya. Di Montong Ajan ini kita telah berusaha membuat super fowernya tetapi nasib belum berpihak kepada kita,fower fower itu lebih cenderung kepada mengutamakan kebahagiaan nya pribadi, sementara kekuatan fower itu bersala dari kita para Muda mudi Montong Ajan ini.
Lalu kesalahannya pada siapa….ya jelas kepada mereka yang sudah di buat jadi fowe melupakan super fowernya. Hal inilah yang terjadi beberapa priode, sehingga secara tidak lansung hal ini mendorong para muda mudi untuk berfikir dan meraih kebahagian secara individu itu menurut saya hal yang wajar. Karena sebagian fower yang ada tdak bisa di andalkan. Akan tetapi yang saya khawatirkan adalah ketika kita berlarut larut berfikir tentang kebahagian dan kemajuan secara individual maka akan terjadi kemunduran fatal. Kita banyak tetapi tdak bernilai, kita banyak tetapi tdak bertenaga. Coba kita renungkan perkataan dari seorang tokoh yaitu KH. Wahid Hasyim.
لَقَدْ غَرَسُوْا حَتَّى أَكَلْناَ وَإِنَّناَ # لَنَغْرَسُوْا حَتَّى يَأْكُلَ النَّاسُ بَعْدَنَا
Para pendahulu telah menanam sehingga kita memakan buahnya. Sekarang kita juga menanam agar generasi mendatang memakan hasilnya.
إِذَا فَاتَنِيْ يَوْمٌ وَلَمْ أَصْطَنِعْ يَدًا # وَلَمْ أَكْتَسِبْ عِلْماً فَمَاذَاكَ مِنْ عُمْرِيْ
Tatkala waktuku habis tanpa karya dan pengetahuan, lantas apa makna umurku ini?
Nah dua bait sya’ir ini mungkin kita bisa jadikan awal pemikiran, coba kita telaah bersama.
1. 1. Para pendahulu telah menanam sehingga kita memakan buahnya. Sekarang kita juga menanam agar generasi mendatang memakan hasilnya.
Bila kita lihat dan renungkan ini sangat luar biasa, dan sangat benar. Tetapi letak kajian kita saat ini adalah “Apa yang telah di tanam oleh para pendahulu kita….?
Kalau seperti yang kita rasakan sekarang ini tentu para pendahulu kita telah menanam pohon yang salah, yaitu menanam pohon yang hanya mereka sendiri dapat memetik buahnya, sementara kita jangan kan menikmati manis buahnya, ikut bernaung saja tdak di izinkan, padahal saat menanam kita ikut menjaga benih, ikut mengusahakan pupuknya, ikut menjaga dari hama dan hal hal yang dapat merusak buah nya. Tetapi itu saat penanaman dan perawatan, setelah berbuah kita di lupakan. Ini yang saya maksudkan salah tanam dan salah cara menanam.
2. Bila masa muda ini kita biarkan tampa karya yang berguna tentu tampaknya sia sia umur kita, karena nya mari kita membangun sebuah wacana pergerakan, semga para pemuda yang akan datang bisa mengikuti gerakan kita saat ini, di Desa kita ini belom ada gerakan pemuda yang membuat super power, sehingga dapat memberdayakan teman dan masyarakatnya, yang ada hanyalah diberdayakan, bahkan bahasa yang lebih fatal menurut pengamatan saya adalah lebih sering pemuda di tempat kita ini diperdayakan bukan diberdayakan...
Harapan kita jangan ada lagi orang tua yang mengatakan "sudahlah pemuda jangan di hiraukan, mereka masih bau kencur hanya suka berhura hura dan sebagainya" tapi mari kita buat para orang tua kita bangka dengan pemuda, pemuda itu tenaga nya besar, pemuda itu masih bebas tdak terikat gunakan kekuatan dan kebebasan mu untuk merubah daerahmu,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar